<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2680">
<titleInfo>
<title>pengaruh gelombang terhadap perubahan garis pantai akibat pembangunan groin di pesisir pantai wedung kecamatan brondong kabupaten lamongan</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dr. Viv Djanat Prasita, M.App.Sc.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Contributor</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ir. Rudi Siap Bintoro, M.T.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Contributor</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Elfrida Noor Fitri</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah</publisher>
<dateIssued>2019</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xii, 71 p. : ill. ; 29 cm.</extent>
</physicalDescription>
<note>Pesisir Wedung merupakan wilayah perairan memiliki kondisi dinamis. Perubahan garis pantai terjadi disebabkan adanya abrasi dan akresi. Hal ini sangat terkait dengan kondisi oseanografi yang terjadi dan adanya groin dilokasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai di Pantai Wedung ditinjau dari citra satelit pada tahun 2007 dan 2017 dan menganalisis potensi gelombang dalam mempengaruhi perubahan garis pantai di lokasi groin pesisir Wedung. Metode yang digunakan terdiri atas beberapa tahapan penelitian yaitu: pengolahan data angin, peramalan tinggi dan periode gelombang, tinggi dan kedalaman gelombang pecah metode menurut Coastal Engineering Research Center (CERC), memodelkan gelombang dan arus menggunakan Software Surface Water Modeling System. Tahapan selanjutnya yaitu pengolahan citra menggunakan metode digitasi on screen kemudian mengkaitkan gelombang dengan perubahan garis pantai. Kondisi garis pantai hasil citra akresi seluas 334 m2 dan abrasi seluas  881 m2. Pola perubahan garis pantai disekitar groin cenderung terjadi akresi disebelah Timur groin dan abrasi di Barat groin karena kecepatan arus sejajar pantai dari arah Timur lebih tinggi dari arus sejajar pantai arah Barat, yakni 1 m/s yang dibangkitan gelombang pecah.</note>
<subject authority=""><topic>Wedung</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Groin</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Perubahan garis pantai</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Citra satelit</topic></subject>
<subject authority=""><topic>SPOT</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Perpustakaan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan Lantai 2 - Gedung Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Jalan Arief Rachman Hakim No. 150, Sukolilo, Surabaya</physicalLocation>
<shelfLocator>624.19.15 Elf p</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">S0201072019</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpustakaan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan-UHT</sublocation>
<shelfLocator>624.19.15 Elf p</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>2680</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-09-05 10:00:36</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-09-05 10:01:31</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>